Wednesday, November 18, 2009

The Power of Kepepet dan kebetulan-kebetulanpun terjadi…


Seandainya sekarang Anda tidak memiliki uang tabungan. Penghasilan pun kurang dari 5 juta sebulan. Apakah Anda bisa mendapatkan uang 50 juta, jam 9 esok hari?" Saat saya menanyakan pertanyaan ini kepada peserta seminar, hampir semua menjawab, tidak bisa. Kenapa? Karena mereka mengukur kemampuannya berdasarkan kondisi normal mereka. Dengan penghasilan 5 juta perbulan, jika saving-nya 2 juta perbulan, maka perlu 25 bulan untuk mendapatkan 50 juta.

Bagaimana jika pertanyaan saya ubah? Seandainya, malam hari ini, anak Anda atau orang yang paling Anda sayangi mendadak sakit keras. Dokter mendiagnosa ada sebuah tumor ganas yang harus dioperasi besok juga, jika tidak, maka nyawanya akan melayang. Sedangkan operasi hanya bisa dilaksanakan jika Anda menyerahkan uang tunai sejumlah 5 juta rupiah sebelum jam 9 esok hari. Bagaimana? Apakah Anda masih akan mengatakan tidak bisa? Mayoritas akan menjawab, "Harus bisa". Kenapa? Karena kepepet, jika tidak, nyawa orang yang kita cintai tsb akan melayang.

Jadi sebenarnya jika dalam kondisi yang kepepet dan tidak diberikan pilihan untuk "tidak bisa", manusia akan mencari jalan untuk berpikir "bagaimana harus bisa". Tetapi kenapa sukses, kaya, membahagiakan orang tua atau keluarga, seolah bukan suatu kebutuhan yang mendesak? Sesungguhnya manusia telah diciptakan dengan potensi luar biasa, di luar apa yang kita pikirkan. Hanya saja potensi tersebut seringkali hanya akan keluar pada kondisi terdesak, seperti seorang nenek bisa melompat dari gedung setinggi 5 meter, saat kebakaran.

KEPEPET VS IMING-IMING

Ada 2 sebab yg membuat orang tak tergerak untuk berubah. Yang pertama adalah impiannya kurang kuat, yang kedua tidak kepepet. Dua hal tersebut yang seringkali disebut orang sebagai motivasi. Kesalahan fatal yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun trainer motivasi lainnya adalah hanya menggunakan impian sebagai 'iming-iming' untuk menggerakkan audiens. "Apa Impian anda? Siapa yang impiannya punya mobil mewah? Rumah mewah? atau bahkan kapal pesiar?" Memang, saat di ruang seminar, mereka sangat terbawa dan termotivasi oleh sang motivator. Tapi masalahnya, sepulang dari seminar, mereka dihantam kemalasan, mungkin juga halangan-halangan bahkan seringkali oleh orang-orang yang mereka sayangi. Apa jadinya? Mereka tetap diam ditempat.

Contoh yang kedua, ada seorang salesman yang bekerja di suatu perusahaan. Seperti perusahaan lainnya, mereka menerapkan sistem bonus. "Jika anda mencapai target yang telah ditentukan, maka anda akan mendapat bonus jalan-jalan keluar negeri!" kata managernya. "Gimana, semangat?" lanjut manager berinteraksi. "Semagaat..ngat..ngat!" sambut salesman, sambil mengepalkan tangannya seolah siap tempur. Bulan demi bulan pun berlalu tanpa pencapaian target. Kemudian si manager bertanya,"Apa bonus yang aku tawarkan kurang besar?". "Enggak kok Pak, cukup besar, mudah-mudahan bulan depan tercapai Pak". Setelah 3 bulan masa 'iming-iming' tak berhasil, si manager mulai mengubah strategi. Dia berteriak agak menekan di dalam meetingnya,"Pokoknya, jika anda tidak bisa mencapai target penjualan yang sudah saya tetapkan, anda saya PECAT!". Nah, keluarlah keringat dingin si salesman. Sekeluar dari ruangan dia langsung menyambangi calon-calon customernya, kerjanyapun semakin giat. Malas, malu, nggak pe-denya hilang seketika. Kok bisa? Karena KePePet! Yang dia pikirkan, jika dia tidak dapat memenuhi target, dia akan dipecat. Jika dipecat, penghasilannya akan nol. "Trus anak istriku makan apa?" pikirnya. Anehnya, target penjualan yang selama ini tidak pernah tercapai, bisa juga terlampaui. Itulah yang disebut The Power of Kepepet.

97% orang termotivasi karena Kepepet, bukan karena iming-iming. Maka dari itu ada pepatah mengatakan bahwa "Kondisi Kepepet adalah motivasi terbesar di dunia!". Banyak perusahaan mengkampanyekan Visi besarnya kepada seluruh karyawannya. Apa jawab mereka? "Emang gua pikirin!". Bukannya salah karyawan yang tidak peduli terhadap visi perusahaan, tapi karena visi itu tak terlihat oleh karyawan. Mereka lebih termotivasi oleh sesuatu yang berupa ancaman, baik situasi dimasa mendatang ataupun berupa punishment. John P. Kotter (Harvard Business Review) mengemukakan “Establishing Sense of Urgentcy” adalah langkah pertama untuk menggerakkan perubahan dalam suatu organisasi. Dengan melihat ancaman-ancaman terhadap kompetisi dan krisis, membuat mereka tergerak, sebelum mengkomunikasikan visi. Fungsi Visi adalah memberikan arah, sedangkan The Power of Kepepet yang mendorong untuk bergerak.

MENCIPTAKAN KONDISI KEPEPET

Coba amati biografi orang-orang sukses, banyak dari mereka yang 'kepepet' sebelumnya. Seperti pegas, saat kita tekan, maka akan menimbulkan gaya tolak yang lebih besar. Trus, apa yang harus kita lakukan? Cara pertama untuk mengeluarkan 'potensi kepepet' kita, dengan cara menvisualisasikan (membayangkan) seolah-olah kita dalam kondisi kepepet, maka kita akan memfungsikan organ tubuh dan hormon-hormon kita, bekerja secara maksimal. Misalnya, bayangkan jika hari ini Anda di-PHK, apa yang Anda rasakan?

Cara kedua, menciptakan kondisi kepepet secara fisik. Misalnya dengan berhutang untuk modal usaha, secara otomatis akan membuat kita termotivasi untuk mengembalikan hutang. Atau, bisa juga kita terima orderan langsung, meskipun usaha belum mulai. Ada juga yang memberanikan diri membayar DP (uang muka) sewa ruko/ kios, setelah itu terpaksa berpikir bagaimana melunasinya. Jika Anda masih single dan tidak punya tanggungan keluarga, mungkin Anda mau langsung mencoba keluar kerja dan mulai usaha?! Semua itu pilihan Anda lho, jangan salahkan saya untuk risikonya. Tergantung dari karakter masing-masing orang. Saya menempuh cara yang terakhir, cukup konyol, tapi berhasil. Namun jangan lupa, Integritas dan Kredibilitas tetap harus dijaga.

Cara manapun yang akan Anda pilih, yang penting MELANGKAH, jangan kebanyakan mikir atau sekedar membaca tulisan saya ini. Karena kehidupan Anda tidak akan berubah hanya dengan membaca, tapi dengan ACTION.

"Jika rasa sakit terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak akan beranjak untuk berubah"

FIGHT!

Jaya Setiabudi
Coach Entrepreneur Camp
Director
Young Entrepreneur Academy
Pendiri Entrepreneur Association

Hp: 0811 777894
email: masj@fone-mail.comThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

web: www.yukbisnis.com

The Power Of “Kepepet”

Ada 2 sebab yang membuat orang tak tergerak untuk berubah. Yang pertama adalah impiannya kurang kuat, yang kedua tidak kepepet. Dua hal tersebut yang seringkali disebut orang sebagai motivasi.

Kesalahan fatal yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun trainer motivasi lainnya adalah hanya menggunakan impian sebagai ‘iming-iming’ untuk menggerakkan audiens.

“Apa Impian anda? Siapa yang impiannya punya mobil mewah? Rumah mewah? atau bahkan kapal pesiar?” Memang, saat di ruang seminar, mereka sangat terbawa dan termotivasi oleh sang motivator. Tapi masalahnya, sepulang dari seminar, mereka dihantam kemalasan, mungkin juga halangan-halangan bahkan seringkali oleh orang-orang yang mereka sayangi. Apa jadinya? Mereka tetap diam ditempat.

Contoh yang kedua, ada seorang salesman yang bekerja di suatu perusahaan. Seperti perusahaan lainnya, mereka menerapkan sistem bonus.

“Jika anda mencapai target yang telah ditentukan, maka anda akan mendapat bonus jalan-jalan keluar negeri!” kata managernya.

“Gimana, semangat?” lanjut manager berinteraksi.

“Semagaat..ngat. .ngat!” sambut salesman, sambil mengepalkan tangannya seolah siap tempur. Bulan demi bulan pun berlalu tanpa pencapaian target. Kemudian si manager bertanya,

“Apa bonus yang aku tawarkan kurang besar?”.

“Enggak kok Pak, cukup besar, mudah-mudahan bulan depan tercapai Pak”. Setelah 3 bulan masa ‘iming-iming’ tak berhasil, si manager mulai mengubah strategi. Dia berteriak agak menekan di dalam meetingnya,

“Pokoknya, jika anda tidak bisa mencapai target penjualan yang sudah saya tetapkan, anda saya PECAT!”. Nah, keluarlah keringat dingin si salesman. Sekeluar dari ruangan dia langsung menyambangi calon-calon customernya, kerjanyapun semakin giat. Malas, malu, nggak pe-denya hilang seketika. Kok bisa? Karena KePePet! Yang dia pikirkan, jika dia tidak dapat memenuhi target, dia akan dipecat. Jika dipecat, penghasilannya akan nol.

“Trus anak istriku makan apa?” pikirnya. Anehnya, target penjualan yang selama ini tidak pernah tercapai, bisa juga terlampaui.

Itulah yang disebut The Power of Kepepet. 97% orang termotivasi karena Kepepet, bukan karena iming-iming. Maka dari itu ada pepatah mengatakan bahwa “Kondisi Kepepet adalah motivasi terbesar di dunia!”. Banyak perusahaan mengkampanyekan Visi besarnya kepada seluruh karyawannya. Apa jawab mereka? “Emang gua pikirin!”. Bukannya salah karyawan yang tidak peduli terhadap visi perusahaan, tapi karena visi itu tak terlihat oleh karyawan. Mereka lebih termotivasi oleh sesuatu yang berupa ancaman, baik situasi dimasa mendatang ataupun berupa punishment.

John P. Kotter (Harvard Business Review) mengemukakan ” Establishing Sense of Urgentcy” adalah langkah pertama untuk menggerakkan perubahan dalam suatu organisasi. Dengan melihat ancaman-ancaman terhadap kompetisi dan krisis, membuat mereka tergerak, sebelum mengkomunikasikan “VISI”. “Jika rasa sakit terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak akan beranjak untuk berubah”

Jadi analisa kembali kehidupan Anda sekarang ini. Jika Anda tidak mengubahnya, rasa sakit atau kerugian apa yang akan Anda dapatkan dimasa mendatang. Saran saya, jika Anda berada di zona yang sangat nyaman untuk tidak berubah (tidak melihat ancaman), ciptakan sedikit trigger (challenge) misalnya berupa penambahan investasi rumah. Jangan beli rumah yang sesuai dengan kemampuan bayar Anda, tapi ’sedikit lebih’ dari kemampuan Anda sekarang. Nah, dengan begitu Anda mau nggak mau dipaksa untuk mencari penghasilan tambahan atau mengurangi porsi pengeluaran yang tidak penting. Langkah kedua baru pikirkan nilai investasi itu 5 sampai 10 tahun mendatang, mungkin bisa sebagai solusi pembiayaan uang sekolah anak Anda kelak. Dengan meletakkan porsi dan posisi The Power of Kepepet dan Iming-iming secara tepat, InsyaAllah kita akan selalu termotivasi.

So,bagi anda-anda yang sering putus di tengah jalan ketika mengusahakan suatu peluang baru,baik di dunia bisnis offline,bisnis online atau anda-anda yang masih bekerja di perusahaan dan menikmati zone aman dan stagnan…..saya yakin anda-anda adalah orang-orang yang tidak mempan dengan iming-iming,jadi kalo memang sudah saatnya anda kepingin berubah (he..he..kayak satria baja hitam donk)…selalu ciptakan kondisi kepepet!

Kalo masih nyaman dengan gaji yang gede,buatlah kebutuhan anda lebih gede dari pendapatan anda,sehingga anda tertantang untuk cari tambahan.Kalo anda masih nyaman dengan kerja dari pagi sampai sore bahkan hingga malam,bujuk istri dan anak-anak anda melakukan demo mogok makan dengan tuntutan anda menyediakan waktu lebih banyak buat mereka di rumah…(duh masa’ malah disuruh demo)…

Kalo anda nyaman dengan segala jabatan,pekerjaan dan gaji yang anda peroleh….pikirkanlah sekali lagi,benarkah anda telah menjalani apa yang anda suka,”menikmati passion anda” dan membuat hidup lebih berharga..kalo jawabnya sudah…alhamdulillah,berarti anda telah menemukan kebahagiaan dan syukurilah.Dan andai jawaban anda adalah “belum”…segeralah bergerak,waktu anda tak banyak,buatlah perubahan agar hidup anda lebih berharga dan anda bisa menikmati hidup dengan lebih indah..pikirkan,kalo besok saya mati dan saya belum menemukan pekerjaan yang menjadi “lentera jiwa saya” oh alangkah menyesalnya….

A live is too short,don’t waste your time for doing something you never love it….jadilah orang yang SAKTI —Sukses Kaya Berarti, Bukan cuma sukses secara materi tapi juga memberi arti bagi sesama.

Keep in FIGHTing !:mrgreen::lol:

Saturday, October 31, 2009

Belajar Pentingnya Menabung Dari Seorang Pengemis

“ I saved for the days when I cannot beg ”

Ini kalimat terindah buat saya dalam minggu ini. Dan mungkin akan bertahan untuk beberapa minggu ke depan. Heck, mungkin ungkapan itu akan terus jadi inspirasi saya dalam usaha menata finansial pribadi.

Yang mengutarakan itu bukan ahli perencanaan finansial. Bukan juga ahli terpandang yang ucapannya sering dikutip orang. Ungkapan itu muncul dari seorang pengemis di India, yang barusan saja menyetorkan seluruh simpanan koin miliknya ke bank. Ibu Das, secara rutin menyimpan sebagian dari hasil jerih payahnya sejak ia memulai karir sebagai pengemis di usia 16 tahun.

Ungkapan itu polos dan jujur. Datang bukan dari bangku kuliah ekonomi atau dari kursi training pengelolaan finansial. Ungkapan itu datang dari kearifan dan kesederhanaan seseorang yang pernah (dan masih) berada dalam posisi ekonomi sulit. Tapi dia percaya persiapan untuk menopang hidup di masa tua, saat dia tak lagi dapat bekerja, harus dimulai sedini mungkin.

Wow.

Tapi kadang kita, yang posisinya jauh lebih beruntung, masih saja mengeluhkan sulitnya mengelola finansial dan merencanakan masa depan. Masih pantaskah kita mengeluh?

Siapkan Meskipun Kecil, Siapkan Mulai Sekarang

Ada satu karakteristik persiapan dana pensiun yang harus dimanfaatkan kaum muda, termasuk saya. Yaitu jangka waktu yang terhitung cukup lama, antara 20-30 tahun, hingga waktu harapan pensiun tiba. Karakteristik ini akan sangat menguntungkan mereka yang memulainya sedini mungkin. Karena dana yang kita siapkan akan ikut tumbuh seiring dengan berjalannya waktu.

Tapi ada satu syarat yang harus dijaga…, konsistensi.

Saya harus disiplin dan memaksa diri menyisihkan sebagian pendapatan untuk persiapan pensiun. Dengan demikian, meskipun awalnya bernilai kecil, waktu akan jadi teman baik saya menyiapkan penopang hidup saat saya tak bisa lagi mengemis.

Cerita lengkap tentang Ibu Das dan simpanan hidupnya bisa dibaca di sini dan di sini.

Sunday, October 25, 2009

D'Masiv - Jangan Menyerah

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Back to Reff 1

Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa

Back to Reff 1
Back to Reff 2

D'Masiv 

Monday, October 19, 2009

Satu-Satunya Pembeda Antara Pemenang dan Pecundang

Saudara, mungkin tulisan ini adalah yang paling penting dari semua tulisan yang selama ini telah saya buat. Saya ingin menyampaikan satu gagasan tunggal yang sangat menentukan apakah anda akan sukses sebagai pemenang, atau tetap membeku tidak kemana-mana sebagai (maaf) pecundang.

Saya ingin cerita sedikit…

Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan sebuah email dari salah satu member lama. Isinya, dia menyampaikan rasa terimakasih yang teramat dalam karena berkat ilmu FormulaBisnis (SMUO), dia bisa memiliki bisnis sukses luar biasa dengan omset ratusan juta rupiah per bulan. Dia memiliki beberapa karyawan dan mengembangkan usaha online ke bidang-bidang yang lebih luas. Dia menjadi manusia bebas sekarang, dengan limpahan passive income yang semakin lancar mengalir ke kantongnya.

Saya tanya ke dia, apakah ada ‘strategi ajaib’ yang dia lakukan, di luar yang diajarkan SMUO? Dia jawab, tidak ada. Dia hanya melakukan apa yang diinstuksikan di dalam SMUO dan konsisten menjalankannya.

Saya bangga dengan hasil tersebut. Dada terasa mau meledak, merasa bahagia karena satu lagi rekan saya berhasil menerapkan ilmu SMUO dengan baik. Dari apa yang dia jelaskan, saya tahu cara bisnis dia sama persis dengan yang selama ini saya lakukan. Sama persis.

Tapi belum selesai saya dengan semua rasa itu, sebuah email dari member lainnya tertangkap mata saya. Isinya, dia  mengeluh, mengumpat, dan menyebut saya penipu. Dia bilang, setelah dia membeli SMUO kenapa tidak ada perubahan apapun pada nasibnya?

Saya balik tanya ke dia, apa saja yang sudah dia lakukan agar berhasil? Yang mengejutkan, dia bilang begini:

“Saya memang belum melakukan apa-apa. Karena menurut saya, ilmu anda sudah basi. Saya sudah tahu semua materi yang anda ajarkan. Tidak ada hal baru. Jadi saya pikir, SMUO anda pasti tidak ada gunanya! Jadi kembalikan duit saya!”

Pikir saya, satu lagi pecundang dilahirkan di muka bumi ini.

Saudara, setelah membaca cerita singkat tadi, tahukah anda mengapa seseorang bisa berhasil dan mengapa yang lainnya tidak? Mengapa seseorang bisa menjadi pemenang, sedangkan yang satunya menjadi pecundang? Padahal, ilmu yang mereka miliki sama, fasilitas yang mereka dapatkan sama, modal mereka pun tidak jauh beda. Intinya mereka memulai start benar-benar dari posisi yang sama.

Jawabannya hanya satu kata… ACTION!

Itulah satu-satunya pembeda, antara pemenang dan pecundang.

Anda tidak bisa sukses hanya dengan membaca.
Anda tidak bisa sukses hanya dengan belajar.
Anda tidak bisa sukses hanya dengan berdoa.
Tidak dengan bicara, tidak dengan meminta.

Anda hanya bisa sukses jika anda mau bertindak. Melakukan action, sekecil apapun awalnya, yang penting anda konsisten melakukannya. Anda tidak punya pilihan lain.

Anda tidak perlu mencari metode yang sempurna, canggih ataupun kompleks. Cukup jalankan satu cara sederhana, dan ulangi terus hingga anda menuai keberhasilan. Sangat banyak kisah sukses bisnis yang dijalankan dengan konsep yang sangat sederhana. Di dunia online maupun offline.

Ilmu apapun yang anda beli, seberapapun mahalnya, seberapapun bagusnya… dia hanya sampah jika anda tidak melakukan sesuatu terhadapnya. Itulah kenapa akhir-akhir ini banyak sekumpulan pecundang yang menyebut SMUO adalah ebook sampah. 100% mereka benar! SMUO menjadi seonggok sampah karena mereka tidak mau memanfaatkan ilmunya.

Bukan hanya itu, mereka cenderung ingin menjatuhkan orang lain. Bukannya melakukan sesuatu yang produktif dan berguna bagi bisnisnya, mereka justru melakukan apapun untuk menggalang teman (sesama pecundang) dan menjatuhkan ‘lawan’. Menyedihkan, karena begitu banyak waktu produktif yang telah mereka buang sia-sia.

Impian tanpa action hanyalah mimpi! Hanya action yang akan membuat semua impian anda, seliar apapun, menjadi kenyataan. Tidak ada yang terlalu bombastis, tidak ada yang terlalu muluk. Apapun bisa dicapai asal anda percaya. Itulah kenapa kata ACTION menjadi tema utama blog JokoSusilo.com.

Action yang anda lakukan sekarang akan menjadi penentu kesuksesan atau kegagalan anda di masa depan. Mutlak, hukum alam memang seperti itu. Anda tidak punya pilihan lain.

Lalu, bagaimana menumbuhkan semangat action pada diri kita?

Saudara sesama pejuang bisnis, saya sering memikirkan cara apa yang bisa saya lakukan, yang bisa menggerakkan motivasi seseorang untuk melakukan ACTION demi kesuksesan mereka. Dengan pengetahuan yang saya miliki, dengan semua rekan yang saya kasihi, saya berpikir sangat-sangat keras mencari solusinya.

Dan akhirnya saya menemukan jawabannya. Saya merancang sebuah program sederhana yang akan mengingatkan kita akan pentingnya action dalam kehidupan bisnis kita. Untuk itulah, hari ini saya luncurkan sebuah kampanye sukses:


Mr. ACTION Campaign: Bertindak untuk Sukses!

Sebuah kampanye sederhana yang bisa anda ikuti untuk membantu anda tetap termotivasi dan bersemangat saat berjuang menggapai kesuksesan dalam bisnis di internet. Bukan hanya itu, anda juga bisa menularkan semangat itu ke setiap orang yang mengunjungi blog anda.

Yang perlu anda lakukan sederhana. Cukup pasang banner Mr Action di blog/website anda. Nah, pada saat anda memasang banner tersebut, ucapkan dalam hati anda:

“Dengan memasang banner ini, saya mengikrarkan diri menjadi Mr. Action! Saya akan selalu bertindak menuju sukses!”

Selama banner tersebut terpasang di blog anda, maka anda bertanggung jawab untuk memiliki kebiasaan bertindak. Bahkan lebih dari itu, bertindak secara produktif dan konsisten. Lakukan ini selama 30 hari hingga ACTION menjadi kebiasaan anda! Selanjutnya terserah anda.

Bagaimana, anda sudah siap? Silakan bergabung sekarang juga.